Senin, 10 Oktober 2011

Siklus Akutansi : Siklus Pendapatan, Siklus Pengeluaran, Siklus Produksi, Siklus Penggajian dan Siklus keuangan.



Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan perusahaan ataupun badan usaha lain terdiri dari hasil Penjualan dan Penerimaan Kas .
Siklus Pendapatan adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan informasi terkait dengan penyediaan barang dan jasa kepada konsumen serta pengumpulan kas atas pembayaran dari penjualan tersebut.
Aktivitas bisnis siklus pendapatan terdiri dari:
1. Entri pesanan penjualan
Entri pesanan penjualan terdiri atas tiga tahapan:
    • Menerima pesanan konsumen
    • Pengecekan dan persetujuan kredit konsumen
    • Pengecekan ketersediaan persediaan
Bagaimanapun pesanan konsumen diterima, edit checks berikut dibutuhkan:
    • Validity checks
    • Completeness test
    • Reasonableness tests
    • Persetujuan Kredit:
      • Otorisasi umum
      • Limit kredit
      • Otorisasi khusus:
Ø Limit checks
2. Pengiriman
- Penyiapan pesanan konsumen dan pengiriman barang terdiri atas 2 tahapan :
Ø Pengambilan dan pengepakan pesanan
Ø Pengiriman pesanan
- Pekerja gudang bertanggunjawab untuk memenuhi pesanan konsumen dengan menghilangkan barang dari persediaan
- Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
Ø Penentuan metode pengiriman:
1. in-house
2. outsource
3. Penagihan dan Piutang
Aktivitas dilakukan pada tahap siklus penerimaan ini:
-Penagihan konsumen
-Memelihara rekening konsumen
Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
§ Penagihan yang akurat
o Jenis sistem penagihan:
Ø Pada sistem postbilling, taghian disiapkan setelah konfirmasi bahwa barang sudah dikirimkan
Ø Dalam sistem prebilling, tagihan disiapkan (tapi tidak dikirim) saat pesanan disetujui.
o Persediaan, piutang, dan buku besar diupdate pada tahap ini.
· Metode memelihara piutang:
o Metode open invoice
o Metode balance-forward
· Untuk mendapatkan alur yang lebih seragam atas penerimaan kas, banyak perusahaan menggunakan proses disebut cycle billing.
4. Pengumpulan kas
Langkah ini melibatkan:
    1. Penanganan kiriman uang dari konsumen
    2. Depositokan kiriman uang tsb ke bank
Area yang terlibat dalam aktivitas ini :
    1. Kasir
    2. Fungsi Piutang
Keputusan kunci dan kebutuhan informasi:
    1. Penurunan pencurian kas.
    2. Fungsi piutang/penagihan tidak boleh punya akses secara fisik pada kas atau cek
    3. Fungsi piutang harus dapat mengidentifikasi sumber dari berbagai kiriman uang dan tagihan yang harus dikredit
Keputusan Penting dalam Siklus Penerimaan
Tujuan utama siklus penerimaan adalah menyediakan produk yang tepat pada tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan pada harga yang tepat.
Untuk mencapai tujuan utama siklus penerimaan, manajemen harus memutuskan keputusan penting berikut :
Sampai sejauh mana dan haruskah produk disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen tertentu?
Berapa banyak persediaan yang harus tersedia, dan dimana persediaan itu harus ditempatkan?
Bagaimana barang dikirimkan kepada konsumen? Haruskah perusahaan melakukan fungsi pengiriman sendiri atau outsource kepada pihak ketiga yang khusus menangani logistik?
Pengendalian: Tujuan,Ancaman, dan Prosedur
Fungsi kedua dari SIA yang baik adalah menyediakan pengendalian yang cukup untuk memastikan bahwa tujuan berikut tercapai :
Transaksi diotorisasi dengan benar.
Transaksi yang dicatat adalah benar.
Valid, transaksi yang diotorisasi dicatat.
Transaksi dicatat dengan akurat
Aset (kas, persediaan, dan data) diamankan dari kehilangan atau pencurian.
Aktivitas bisnis dilakukan dengan efisien dan efektif

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada ENTRY PESANAN PENJUALAN

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGIRIMAN

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENAGIHAN DAN PIUTANG

Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGUMPULAN KAS


Ancaman dan Prosedur Pengendalian pada PENGENDALIAN UMUM

Siklus Pengeluaran

Siklus Pengeluaran adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan pembelian dan pembayaran barang dan jasa.

Tujuan utama siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total untuk pembelian dan pemeliharaan persediaan, pasokan, dan berbagai jasa yang diperlukan untuk menjalankan organisasi
aktivitas dasar dalam siklus pengeluaran :
1. Pemesanan barang, pasokan dan jasa
Aktivitas bisnis utama dalam siklus pengeluaran adalah pemesanan persediaan atau pasokan.
a) Metode pengendalian persediaan (sering disebut economic order quantity [EOQ]):
Pendekatan ini berdasarkan perhitungan ukuran pesanan optimal agar meminimalkan jumlah biaya pesanan, pengiriman dan penyimpanan
b) Metode pengendalian Persediaan Alternatif :
MRP (material requirement planning)
Pendekatan ini menurunkan tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan cara menjadualkan produksi, daripada memperhitungkan kebutuhan.
JIT (just in time)
Sistem JIT meminimalkan baik biaya pengiriman dan penyimpanan
2. Penerimaan dan penyimpanan barang, pasokan dan jasa
Aktivitas bisnis utama kedua melibatkan penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
Departemen penerimaan mempunyai 2 tanggungjawab utama:
- Menentukan apakan menerima suatu kiriman
- Memeriksa kuantitas dan kualitas
3. Pembayaran barang, pasokan dan jasa
Tujuan dari rekening hutang adalah untuk mengotorisasi pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan sudah diterima.
Ada 2 cara untuk memproses tagihan dari pemasok:
- Nonvoucher system
- Voucher system
Pemrosesan efisiensi dapat diperbaiki dengan cara :
- Meminta pemasok untuk mengirimkan surat tagihan secara elektronik, baik dengan EDI atau lewat Internet
- Menghilangkan tagihan pemasok. Pendekatan tanpa tagihan ini disebut evaluated receipt settlement (ERS).

Siklus Produksi

Siklus Produksi adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data terkait dengan pabrikasi suatu produk.
aktivitas dasar dalam siklus produksi :
1. Perancangan Produk
Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk merancang suatu produk yang sesuai kebutuhan konsumen tentang kualitas, daya tahan, dan fungsionalitas dengan tetap meminimalkan biaya produksi.
2. Perencanaan dan penjadualan
Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.
3. Operasi Produksi
Tujuan langkah ini adalah perencanaan produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa terjadi kelebihan persediaan produk jadi.
4. Akuntansi Biaya

Siklus Penggajian dan Manajemen Sumber Daya Manusia

Siklus SDM/Penggajian adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan manajemen yang efektif atas tenaga kerja.
Bab ini memusatkan perhatian pada sistem penggajian.
Beberapa aktivitas yang lebih penting adalah tugas berikut :
Perekrutan dan Kontrak kerja
Pelatihan
Penugasan pekerjaan
Kompensasi (penggajian)
Evaluasi Kinerja
Pemutusan hubungan kerja
fungsi dasar dari SIA pada siklus SDM/penggajian adalah:
    1. Pemrosesan data transaksi tentang aktivitas karyawan
    2. Menjaga aset organisasi
    3. Penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan
Aktivitas siklus penggajian:
    1. Update file master payroll
Aktivitas pertama dalam siklus SDM/penggajian adalah update file payroll master untuk menunjukkan perubahan seperti pengangkatan karyawan baru, penghentian, perubahan dalam tingkat gaji atau perubahan pada struktur penggajian
Penting bahwa perubahan penggajian dimasukkan secara teratur dan merefleksikan dengan benar pada periode pembayaran selanjutnya
    1. Update tingkat pajak dan pengurangan lainnya
Aktivitas kedua dalam siklus SDM/penggajian melibatkan update informasi tentang tingkat pajak dan pengurangan lainnya.
Perubahan ini terjadi ketika update tentang perubahan pada tingkat pajak dan pengurangan penggajian lainnya diterima dari berbagai unit pemerintah dan perusahaan asuransi
    1. Validasi waktu dan data absensi
Informasi ini mempunyai berbagai bentuk, tergantung status seorang karyawan.
    1. Menyiapkan penggajian
Data tentang jam kerja disediakan oleh departemen dimana karyawan bekerja
Informasi tingkat gaji diperoleh dari file master payroll.
Orang yang bertanggungjawab untuk menyiapkan pembayaran gaji tidak dapat menambah rekord baru pada file ini
    1. Membagikan gaji
Aktivitas kelima adalah penyerahan cek kepada karyawan. ke rekening tabungan karyawan di bank Sebagian besar karyawan dibayar baik dengan cek atau langsung dimasukkan
    1. Menghitung tunjangan karyawan yang telah dibayarkan dan pajaknya
Beberapa pajak gaji dan tunjangan dibayar langsung oleh perusahaan.
Pihak perusahaan sering menanggung premi atas asuransi kesehatan, kecelakaan kerja dan lainnya untuk karyawan
    1. Menghitung pajak penggajian dan pengurangan lainnya
Aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah membayar utang pajak penggajian dan pengurangan lainnya atas setiap karyawan.
Organsisasi harus secara periodik menyiapkan cek atau melakukan transfer secara elektronik untuk membayar berbagai utang pajak yang muncul.
Sistem penggajian harus dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data biaya dengan informasi lainnya agar manajemen dapat membuat keputusan berikut:
1 Kebutuhan tenaga kerja
2 Kinerja karyawan
3 Moral Karyawan
4 Efisiensi dan efektivitas pemrosesan penggajian




Siklus Keuangan

Manajemen keuangan dimulai dengan tujuan jelas proyek. Tujuan ini digunakan untuk mengembangkan sebuah rencana tindakan untuk mencapainya- rencana yang realistis, dapat dinilai dan merupakan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan. Rencana ini diterjemahkan ke dalam anggaran yang memberikan sumber daya untuk setiap aktivitas - penyusunan anggaran akan memberikan informasi tambahan tentang setiap kegiatan yang dapat menyebabkan rencana harus diubah. Ketika bagian dari siklus ini selesai, akan ada anggaran ringkas yang mengalokasikan sumber daya untuk setiap aktivitas. Tujuannya adalah untuk membuat anggaran yang akan sedekat mungkin untuk operasi proyek yang sebenarnya.
Ketika proyek dimulai, akuntansi juga dimulai. Catatan akuntansi dan laporan tentang semua transaksi keuangan. Ada dua jenis akuntansi - akuntansi organisasi formal yang dilakukan oleh bagian akuntansi organisasi dan akuntansi manajemen yang dilakukan oleh manajer proyek. Periodik, seluruh proyek, manajer transfer informasi dari laporan akuntansi ke dalam anggaran. Selama fase ini manajer terus menerus membandingkan proyeksi anggaran dengan hasil aktual dari akuntansi. Kegiatan ini dapat menyebabkan intervensi manajemen dalam proyek untuk menangani bidang-bidang yang menjadi perhatian.
Akhirnya, pada akhir proyek, manajer bersama dengan personil akuntansi akan menghasilkan serangkaian laporan hasil keuangan proyek. Laporan-laporan ini akan dimasukkan kedalam laporan keseluruhan proyek dan memberikan informasi berharga untuk membantu dalam pengembangan proyek-proyek masa depan.


Sumber:
http://www.knowledgebank.irri.org
Materi Download dari Home Site Dr. LANA SULARTO, SE, MMSI (http://lana.staff.gunadarma.ac.id)

0 komentar:

Poskan Komentar