Kamis, 23 Juni 2011

Cara Mempercepat Agar Template Blog Anda Tidak berat

Mungkin konten blog anda sangat dibutuhkan oleh pengunjung. Mungkin penyajiannya juga sudah menarik. Mungkin SEOnya juga sudah lumayan. Dan mungkin tampilannya juga sudah menarik. Tapi kenapa pengunjung masih sepi?

Jangan-jangan blog anda sangat lemot dibuka. Template seberat tronton. Sehingga sebelum blog anda terbuka dengan sempurna pengunjung sudah keburu terbang dan tak pernah kembali lagi. Oh… sayang sungguh sayang. Betapa malang nasib anda. Karena itu sebelum terlambat, gunakanlah wasiat ini:

Pertama:

Timbanglah beban blog anda secara keseluruhan. Gunakanlah jasa beberapa situs untuk mengetahuinya. Saat menulis tutorial ini saya sudah lupa. Silahkan anda googeling atau tanyakan pada teman anda. Pastikan berat idealnya berkisar 60KB. Paling maskimal di bawah 100KB.

Jika sudah lebih dari 100KB itu sudah kecelakaan sebelum bertempur. Jujur saja, saya sangat kecewa ketika membuka beberapa blog lewat HP. Blog-blog yang bebannya mencapai 100 apalagi 200KB luar biasa lemotnya. Dan sering kali saya sudah menutupnya sebelum terbuka penuh. Dan kalau saya menggunakan koneksi dengan modem USB (non limit), maka blog-blog seperti itulah yang paling rakus menyedot pulsa.

Kedua:

Pastikan beban file HTML template berkisar maksimal 50KB. Karena File HTML yang berat akan memperburuk SEO. Ini termasuk salah satu penyebab blog kalah bersaing di halaman pencari. Ingat, ibarat rumah, file HTML template ibarat rangkanya. Bagaimana pun isi rumah diuatak-atik, tidak akan merubah kerangka rumah. Meskipun anda sudah membuang banyak widget, tapi beban template dasarnya berat, maka tetap tidak akan merubah secara signifikan.

Apakah anda sudah tahu cara menimbangnya?

Saya juga tidak tahu bagaimana cara yang paling bagus. Kebiasaan saya, hanya langsung mencopypaste semua isi file HTML tersebut ke notepade atau wordpad. Kemudian melihat berapa ukurannya. Pastikan beban maksimal di kisaran 50KB. Jika sampai 60KB apalagi lebih, menurut saya jangan tergoda, walaupun anda sangat tertarik dengan tampilanya. Karena secantik apapun tampilannya, tapi loadingnya lambat, maka hasil akhirnya akan sama dengan omong kosong.

Memang hal ini bisa dikurangi dengan mengcompress kode CSS. Tapi anda harus ingat. Hasil kompressi itu tidak begitu signifikan mengurangi beban file HTML. Karena cara kerja sistem kompressi CSS hanya merapatkan penulisan kode. Misalnya menghilangkan spasi dan meringkas penulisan kode. Bukan membuang sebagian kodenya. Jadi menurut saya, Lebih baik menggunakan template yang ringan (minimalis) kemudian anda lakukan modifikasi.

Ketiga:

Hematlah menggunakan asesories blog. Karena setiap penambahan aksesories ikut memperberat file template. Karena aksesories itu juga dibuat dengan kode yang akhirnya disimpan di file template. Askesories ini bisa berupa readmore, related post (baik berupa teks maupun thumbnails), kursor melayang, kembang api, MP3, Animasi (baik huruf bergerak apalagi gambar bergerak). Dan … termasuk sejumlah widget yang tidak diperlukan.

Lalu bagaimana cara menghematnya?
Dan bagaimana mengetahui mana yang seharusnya dibuang?

Jawabannya sangat sederhana: Apakah semua aksesories itu benar-benar diperlukan?
Jika anda masih bingung, saya hanya bisa mencontohkan berdasarkan tampilan blog ini. Saya tidak akan memasang aksesories apapun jika tidak ada gunanya. Walaupun bagi anda askesories itu sangat bagus. Prinsip saya, hanya mengutamakan kenyamanan pengunjung dalam membaca. Asal mereka terganggu maka aksesories itu akan langsung saya tendang.

Bukankah anda sudah tahu, bahwa software blog adalah berbasis konten. Mengutamakan isi. Bukan aksesories. Saya juga melihat banyak blog terkenal hanya dengan tampilan sederhana. Tapi pengujungnya bisa mencapai 1000 perhari. Apalagi ranking alexa dan google PRnya: sangat ramping. Karena apa? Karena tujuan kedatangan pengunjung bukan untuk memandang apalagi untuk menjilat semua asesories blog anda, kecuali mereka yang baru blogging satu bulan. Yang mereka cari adalah konten anda. Postingan anda. Bukan suasana meriah seperti ruangan diskotik yang gemerlap dengan warna-warni dan sejumlah atraksi.

Keempat:

Hematlah menampilkan gambar pada halaman postingan. Kecuali jika benar-benar dibutuhkan. Seperti postingan tutorial. Tapi jika hanya berupa postingan terori dan wawasan, seperti tulisan ini, jangan memaksakan diri untuk menampilkan gambar. Soal ini mungkin pendapat saya tidak lazim. Karena umumnya blogger cendrung menampilkan setidaknya satu gambar pada setiap halaman postingan.

Saya tidak menyalahkan.

Tapi di sini saya hanya ingin menyatakan prinsip saya. Benar bahwa gambar bisa memberi variasi, mengusir kejenuhan pengunjung dari hanya melihat seonggok huruf-huruf. Tapi saya berpikir dengan cara berbeda. Dan saya sedang melakukan uji coba. Inilah prinsip saya:

Pertama, untuk menghemat beban halaman. Ini sudah pasti. Tapi gambarnya kan bisa dikompres Pak? Betul. Tapi ini tangkisan saya. Kedua, saya ingin menguji keampuhan tulisan saya. Saya ingin tahu dengan tepat apakah halaman demi halaman blog ini dibuka karena pengunjung hanya ingin melihat-lihat gambar atau murni ingin membaca. Tantangan ini sangat menarik bagi saya untuk menempa kemampuan menulis. Dan menurut saya ini jauh lebih sulit dari pada mahir mencari-cari gambar. Apalagi jika terselip maksud tersembunyi untuk menutupi ketidakmampuan menulis dengan menampilkan gambar.

Dan hasilnya, hingga saat ini saya menemukan angka page view blog ini cukup tinggi. Bahkan mengalahkan sejumlah blog-blog yang jauh lebih terkenal dan lebih tinggi angka kunjungannya. Ini sangat menggembirakan saya. Saya mengartikannya sebagai keberhasilan tulisan saya. Dan itu berarti pengunjung benar-benar ingin membaca. Bukan menuntut gamabr ini itu dari saya. Sekali lagi ini prinsip saya pribadi yang tidak perlu anda ikuti.

Nah, lebih kurang itulah beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk meringankan beban blog anda. Menurut versi blogernas tentunya.

0 komentar:

Poskan Komentar